2 Februari 2018 

Hari 2

Sore ini, berdua dengan adek Bit, bermain di teras masjid. Kami sedang menunggu kak Fif dan kak Taz mengaji.
Hujan yang turun sejak siang tadi, tak kunjung reda. Tiba-tiba, ayah menelpon dan mengabarkan jika tidak bisa menjemput kami berempat karena masih di lapangan. Hmmm, terpaksa naik taksi deh.

Setelah selesai mengaji, duo kakak menghampiri bunda dan adek. Kak Taz menunjukkan dua mainan yang baru dibelinya tadi sore sepulang sekolah. Sudah sejak sebulan yang lalu ia menginginkannya.
Sudah menjadi kesepakatan, bahwa jika ingin membeli mainan, harus menabung dulu. Lain halnya jika itu kebutuhan sekolah, bunda dan ayah tidak akan menunda untuk memenuhinya.
Setiap hari, kak Taz menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan dalam kotak karton. Setiap hari ia menghitung berapa uang yang sudah terkumpul lalu menghitung kurang berapa lagi biar cukup untuk membeli mainan tersebut. Dan hari ini uang yang terkumpul tampaknya sudah cukup dan ia pun tampak puas bisa membeli mainan yang diinginkannya. Sambil menimang mainan tersebut, kak Taz mengatakan, akan menabung lagi karena ia ingin membeli mainan yang lainnya.

Bunda dan kak Fif spontan tertawa mendengarnya.

Pembicaraan berlanjut tentang bagaimana cara kami pulang ke rumah. Kak Taz usul untuk naik angkot lalu naik becak karena ia malas naik taksi. Sementara kak Fif memilih naik taksi agar cepat sampai rumah.
Bunda pun mengajak berhitung, jika naik angkot, ongkos yang dikeluarkan berapa, demikian pula jika naik taksi. Setelah dihitung bersama, kak Fif langsung memilih naik taksi. Kak Taz meskipun dengan ekspresi agak keberatan, akhirnya menyetujui karena lebih hemat.

Sore ini, duo kakak sedikit belajar tentang keuangan, yaitu rejeki harus diusahakan dan hidup haruslah hemat dan cermat.


#IbuProfesional
#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial